Opo salah’e dadi arek wedok
(Apa salahnya jadi anak perempuan)
Halo arek wedok di seluruh
indonesia, pernah enggak kalian berfikir, kenapa kita sekolah tinggi-tinggi toh
nanti ahirnya ikut suami dan kerja ngurusin anak dirumah. Eits plis hapus semua
fikiran itu dari benak kalian masuk’in ke dalam peti lalu kunci, trus buang
kelaut petinnya dan makan kuncinnya biar nggak ada orang yang bisa balikkin
fikiran itu lagi dibenak kalian. Beberapa orang berfikir jika wanita dengan
pendidikan dan jabatan yang tinggi maka akan sulit untuk mencari jodoh, karena
akan banyak lelaki yang minder karena kalah pendidikan dan jabatan, dan alhasil
akan menjadi perawan tua. Tapi kawan ingat jodoh sudah diatur oloeh sang
pencipta. Pernah lihat film Cinta Suci Zahrana nggak?, disana juga menceritakan
seorang wanita dengan gelar S3 sangat sulit mencari jodoh, dan sampai umurnya
hampir mendekati masa-masa perawan tua. Berikut ini saya akan menunjukan
beberapa fakta bahwa seorang wanita tidak perlu takut untuk mengenyam penendidikan
tinggi dan punya cita-cita yang besar
- Percayalah teman seorang wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga, jadi kalau kita wanita baik percayalah Allah akan menyisakan spesies baik juga buat kita. hehe
- Allah mengijinkan kita bisa hidup didunia, karena Allah tahu kita akan berguna bagi kelangsuhan hidup di dunia, karena itu jangan gara-gara kita perempuan kita menjadi orang yang pasif dan tidak punya semangat sebagai agent of change
- Orang yang punya ilmu dan Iman maka akan tinggi derajad nya di mata Allah, itu udah ada hadistnya lho
- Dengan Ilmu kita akan mempunyai kekuasaan, dan dengan kekuasaan yang besar kita dapat membentuk sesuatu keadaan. Dan dengan ilmu yang dilandasi dengan iman maka kita dapat merubah dan membentuk suatu keadaan secara bijak sesuai keinginan kita
- Diperlukan wanita yang hebat untuk menjadikan seorang laki-laki sukses, bayangkan kalau semua wanita diindonesia tidak berpendidikan, maka akan berpengaruh terhadap cara mereka mendidik anak dan cara mereka mengurusi suami, karena ada pepatah yang mengatakan bahwa ibu adalah pengukir watak bangsa.
bintizahrotul@yahoo.com

injeh bunyai..
BalasHapus