IkhLas ?
Ada suatu
buku yang mengisahkan tentang gambaran orang yang memiliki niat iklas dan tidak
iklas. Suatu saat Habib Husain bin abdullah al Haddad didatangi oleh seorang
tamu. Tamu itu berkata pada beliau, “Habib, Saya ingin membangun masjid. “ Habib
hanya berkata, “Luruskan dulu niat di hatimu.”
“Habib, niat
saya sudah lurus. Hati saya sudah iklas. Saya akan membangun masjid karena
Allah,”Jawab orang tersebut.
“Saya mau
bertanya kepadamu. Jika kelak masjid sudah kau bangun dengan megah, banyak
orang yang shalat berjamaaah di sana namun tidak ada satu orang pundiantara
mereka yang mengetahui bahwa
kamu yang membangun masjid itu. Nama mu tidak
disebut – sebut sebagai pembangun masjid itu bagaimana?”
Habib Husain
bin Abdullah Al Haddad melihat keraguan pada diri orang tersebut. Ia terlihat
kecewa jika nanti masjid selesai dibangun namun orang tidak mengingat jasannya.
Lalu habib menyuruhnnya pulang.
Beberapa
waktu kemudian muncul orang lain yang mengemukakan maksud yang sama dengan
orang yang pertama, mau membangun masjid ikhlas karena Allah.
“Baiklah
kalau demikian . Mana uang yang akan kau gunakan untuk membangun sebuah masjid.
Biar uang itu ku bawa dan ku gunakan untuk membangun masjid agar kau tidak
perlu repot-repot, yang penting masjid itu terbangun karena uang dari mu.”
Orang itu
terlihat kecewa. Jika ia menyerahkan uang tersebut maka orang tidak akan
megetahui bahwa masjid itu dibangun karena uangnya. Tentu nanti yang terkenal
adalah nama Habib. Melihat keraguan dari orang tersebut maka Habib menyuruhnya
pulang.
“Beberapa
waktu kemudian muncul orang ketiga. Ia mengatakan hal yang sama dengan orang
yang pertama dan kedua. Ia ingin membuat masjid, ikhlas karena Allah. Habib
memberi nasihat yang sama dengan orang pertama dan kedua. Namun orang itu tetap
bersikukuh untuk membangun masjid
“Baiklah jika
demikian , mana uang mu, serahkan pada ku. Akan kugunakan untuk apapun terserah
aku. Apakah akan kugunakan unuk membangun masjid, membangun pesantren,
kusedekahkan, atau malah ku makan sendiri, yang penting kelak di akhirat kamu
mendapatkan pahala dari Allah sebagai orang yang telah membangun masjid.
Orang
tersebut terlihat ceria, tanpa ragu ia mengeluarkan uang yang dibawannya.”Ini
Habib, tidak masalah Habib akan gunakan untuk apa. Yang penting besok aku
mendapatkan pahala membangun masjid di sisi Allah,”kata orang itu.
Habib
Abdullah hanya tersenyum,”Aku tidak membutuhkan uang mu. Bawa kembali uang mu
dan gunakan untuk membangun masjid sebagaimana yang telah kau niatkan. Aku
hanya ingin menguji ketulusan hati mu saja.
Teman apabila kamu diposisi dari cerita di Atas apa yang kamu
lakukan apakah seperti orang pertama ke dua atau ketiga? Ikhlas itu sulit namun
apabila kita bisa ikhlas akan banyak manfaat yang kita dapat. Jadi sudah ikhlas
kah kita terhadap apa yang kita lakukan ?
Syafi’i Muhammad. 2010.9 Kekuatan Maha Dahsyat. Yogjakarta:
Second Hope
Tidak ada komentar:
Posting Komentar